Posted by Steven kenzo11.com
Gunung Toba adalah
gunung api raksasa yaitu
gunung aktif dalam
kategori sangat besar,
diperkirakan meletus
terakhir sekitar 74.000
tahun lalu.
Bukti ilmiah
Pada tahun 1939, geolog
Belanda Van Bemmelen
melaporkan, Danau Toba,
yang panjangnya 100
kilometer dan lebarnya 30
kilometer, dikelilingi oleh
batu apung peninggalan
dari letusan gunung.
Karena itu, Van Bemmelen
menyimpulkan, Toba
adalah sebuah gunung
berapi. Belakangan,
beberapa peneliti lain
menemukan debu riolit
(rhyolite ) yang seusia
dengan batuan Toba di
Malaysia , bahkan juga
sejauh 3.000 kilometer ke
utara hingga India
Tengah.
Beberapa ahli kelautan
pun melaporkan telah
menemukan jejak-jejak
batuan Toba di Samudra
Hindia dan Teluk
Benggala. Para peneliti
awal, Van Bemmelen juga
Aldiss dan Ghazali (1984 )
telah menduga Toba
tercipta lewat sebuah
letusan mahadahsyat.
Namun peneliti lain,
Vestappen ( 1961),
Yokoyama dan Hehanusa
(1981 ), serta Nishimura
(1984 ), menduga kaldera
itu tercipta lewat
beberapa kali letusan.
Peneliti lebih baru, Knight
dan sejawatnya (1986 )
serta Chesner dan Rose
(1991 ), memberikan
perkiraan lebih detail:
kaldera Toba tercipta
lewat tiga letusan raksasa.
Penelitian seputar Toba
belum berakhir hingga
kini. Jadi, masih banyak
misteri di balik raksasa
yang sedang tidur itu.
Salah satu peneliti Toba
angkatan terbaru itu
adalah Fauzi dari
Indonesia , seismolog pada
Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika .
Sarjana fisika dari
Universitas Indonesia
lulusan 1985 ini berhasil
meraih gelar doktor dari
Renssealer Polytechnic
Institute, New York , pada
1998 , untuk penelitiannya
mengenai Toba.
↑Kembali ke bagian
sebelumnya
Berada di tiga lempeng
tektonik
Letak Gunung Toba (kini:
Danau Toba ), di Indonesia
memang rawan bencana.
Hal ini terkait dengan
posisi Indonesia yang
terletak di pertemuan tiga
lempeng tektonik , yakni
Eurasia, Indo-Australia
dan Lempeng Pasifik.
Sebanyak 80% dari wilayah
Indonesia, terletak di
lempeng Eurasia, yang
meliputi Sumatera, Jawa ,
Kalimantan, Sulawesi dan
Banda .
Lempeng benua ini hidup,
setiap tahunnya mereka
bergeser atau menumbuk
lempeng lainnya dengan
jarak tertentu. Lempeng
Eurasia yang merupakan
lempeng benua selalu jadi
sasaran. Lempeng Indo-
Australia misalnya
menumbuk lempeng
Eurasia sejauh 7 cm per
tahun. Atau Lempeng
Pasifik yang bergeser
secara relatif terhadap
lempeng Eurasia sejauh
11 cm per tahun. Dari
pergeseran itu, muncullah
rangkaian gunung,
termasuk gunung berapi
Toba.
Jika ada tumbukan,
lempeng lautan yang
mengandung lapisan
sedimen menyusup di
bawahnya lempeng
benua. Proses ini lantas
dinamakan subduksi atau
penyusupan.
Gunung hasil subduksi,
salah satunya Gunung
Toba. Meski sekarang tak
lagi berbentuk gunung,
sisa-sisa kedasahyatan
letusannya masih tampak
hingga saat ini. Danau
Toba merupakan kaldera
yang terbentuk akibat
meletusnya Gunung Toba
sekitar tiga kali yang
pertama 840 ribu tahun
lalu dan yang terakhir
74.000 tahun lalu. Bagian
yang terlempar akibat
letusan itu mencapai luas
100 km x 30 km persegi.
Daerah yang tersisa
kemudian membentuk
kaldera. Di tengahnya
kemudian muncul Pulau
Samosir.
↑Kembali ke bagian
sebelumnya
Letusan
Sebelumnya Gunung Toba
pernah meletus tiga kali.
Letusan pertama terjadi
sekitar 800 ribu tahun
lalu. Letusan ini
menghasilkan kaldera di
selatan Danau Toba,
meliputi daerah Prapat
dan Porsea.
Letusan kedua yang
memiliki kekuatan lebih
kecil, terjadi 500 ribu
tahun lalu. Letusan ini
membentuk kaldera di
utara Danau Toba.
Tepatnya di daerah antara
Silalahi dengan
Haranggaol. Dari dua
letusan ini, letusan
ketigalah yang paling
dashyat.
Letusan ketiga 74.000
tahun lalu menghasilkan
kaldera, dan menjadi
Danau Toba sekarang
dengan Pulau Samosir di
tengahnya.
Gunung Toba ini
tergolong Supervolcano.
Hal ini dikarenakan
Gunung Toba memiliki
kantong magma yang
besar yang jika meletus
kalderanya besar sekali.
Volcano biasa rata-rata
kalderanya ratusan meter,
sedangkan Supervolcano
dapat mencapai puluhan
kilometer.
Yang menarik adalah
terjadinya anomali
gravitasi di Toba. Menurut
hukum gravitasi, antara
satu tempat dengan
lainnya akan memiliki
gaya tarik bumi sama bila
mempunyai massa,
ketinggian dan kerelatifan
yang sama. Jika ada
materi yang lain berada di
situ dengan massa
berbeda, maka gaya
tariknya berbeda.
Bayangkan gunung
meletus. Banyak materi
yang keluar, artinya
kehilangan massa dan
gaya tariknya berkurang.
Lalu yang terjadi up-
lifting (pengangkatan).
Inilah yang menyebabkan
munculnya Pulau Samosir.
Magma yang di bawah itu
terus mendesak ke atas,
pelan-pelan. Dia sudah
tidak punya daya untuk
meletus. Gerakan ini
berusaha untuk
menyesuaikan ke normal
gravitasi . Ini terjadi
dalam kurun waktu ribuan
tahun. Hanya Samosir
yang terangkat karena
daerah itu yang terlemah.
Sementara daerah lainnya
merupakan dinding
kaldera.
Sumber=Wikipedia
ADS HERE !!!